Minggu, 23 Februari 2014

AL-QUR’AN SUMBER PENDIDIKAN

بسم الله الر حمن الرحيم
AL-QUR’AN SUMBER PENDIDIKAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛

Majelis Hakim yang terhormat,
Para hadirin-hadirat Serta teman-teman peserta lomba MSQ yang berbahagia..
Alhamdulilah, segala puji hanya milik Allah Tuhan pemilik segala ilmu. Sholawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, guru terbaik sepanjang zaman, suri teladan seluruh umat.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah..
Pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah kami menyampaikan sebuah untaian syahril qur’an yang berjudul “Al-Qur’an sumber pendidikan”

Sebagai referensi surat Ibrahim ayat 1.

Artinya : Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Majlis hakim yang bijaksana
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah…
Islam adalah agama yang sempurna, mempunyai konsep mutlak dari Allah berupa Al-qur’an yang dapat mengeluarkan manusia dari gelap gulitanya kebodohan menuju cahaya terang benderangnya ilmu melalui pendidikan dan pengajaran. Menurut Al-qur’an setiap manusia yang lahir seperti kertas putih, bersih tanpa noda, membawa nilai fitrah yang datang dari Allah dan cenderung kepada kebaikan, oleh karena itu untuk memelihara fitrah manusia, Islam mempunya konsep keseimbangan dalam menilai manusia, karena unsur yang ada pada diri manusia seperti jasad, akal, dan rohani haruslah mendapatkan porsi perhatian yang seimbang, ketiga unsur tersebut harus diberikan pendidikan yang integral dan konprehensif yang berlandaskan ketuhanan. Adapun pendidikan-pendidikan tersebut antara lain:
Pertama : Pendidikan Untuk Jasad.
Sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-baqarah ayat 168

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Majlis hakim yang arif dan bijaksana
Hadirin yang berbahagia
Sudah menjadi sunatullah bahwa untuk hidup kita harus mensuplai jasad dengan makanan, agama Islam membolehkan kita memakan apa saja, tapi ingat terkecuali makanan yang haram, makanan yang kita konsumsi juga haruslah memenuhi standar syariat Islam apa? Yaitu makanan yang halalan toyibah. Karena pemberian makanan yang halal dan toyib itu, merupakan salah satu bentuk tarbiyah atau pendidikan untuk jasad. Sebab ia akan memberikan dampak positif kepada jiwa kita, tapi sebaliknya makanan yang haram dapat merusak hati kita yang mengakibatkan rusaknya perbuatan kita.

Majlis hakim yang terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Adapun pendidikan yang kedua adalah : Pendidikan Untuk Akal
Sesuai dengan firman Allah surat al-imran ayat 191

Artinya. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Hadirin yang berbahagia
Akal kita pun perlu mendapatkan suplai yaitu dengan Ilmu yang bermanfaat baik ilmu yang bersifat empiric seperti ilmu alam atau ilmu humaniora maupun ilmu yang bersifat absolute atau wahyu. Namun hendaknya system pendidikan yang ada haruslah berlandaskan Islam bukan mengacu kepada pendidikan sekuler yang memisahkan ilmu dunia dengan ilmu agama yang bersifat fatal. Padalah menurut Islam ilmu tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Bukankah Albet Enstain berkata “science  without religion is bland, and religion without science is lame” “ilmu tanpa agama akan buta, dan agama tanpa ilmu akan lumpuh” dan yang lebih mengkhawatirkan lagi kalau kita merenungkan ungkapan dari Murtada Mutahari  bahwa ilmu pengetahuan yang ada pada orang yang tidak beriman laksana sebilah pisau ditangan orang gila, dia menebaskannya kemanapun ia suka, maka orang yang berilmu tetapi dia tidak beriman, ia bias menipu, membunuh, merampok, memperkosa dan bahkan melakukan KKN. Tapi sebaliknya IPTEK yang digengam oleh orang yang beriman, perkerjaan yang ditangani orang yang beriman, jabatan yang dipikul oleh insan pengamal Al-Qur’an pasti “membawa kemaslahatan bukan kemadaratan, membawa kesejahtraan bukan kesengsaraan, membawa kemajuan bukan kehancuran, membawa ketentraman bukan kekacauan”.
Implementasi dari semua ini akan menghasilkan orang-orang yang pintar sekaligus orang yang takut kepada Allah SWT.  Ingat jika iman landasannya insyallah aman, anak-anak kita boleh jadi jadi tentara, asalkan tentara yang beriman, jadi pejabat, pejabat beriman, jadi pedagang, pedagang beriman, apapun jabatannya Iman tetap yang utama. Setuju!

Majlis hakim yang terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Adapun pendidikan yang ketiga adalah pendidikan untuk rohani
Sesuai dengan firman Allah surat Thaahaa ayat 14

Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.

Hadirin yang berbahagia
Rohani atau hati juga sangat memerlukan pendidikan diberikan makanan seperti jasad dan akal, tetapi dengan apa yaitu dengan dzikrullah melalui apa yaitu melalui aqimus sholah. Sebab menurut ayat tadi men-dirikan shalat tujuannya adalah untuk mengingat Allah. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah dalam keseharian kita. Hati yang tidak pernah disuplai dengan dzikrullah dia akan sakit kemudian merana akhirnya tidak bisa lagi diobati, lalu hatinya mati sebelum jasadnya mati. Akibat dari hati manusia yang telah mati ia tidak akan bisa menerima hidayah dari Allah SWT. Oleh sebab itu marilah kita senantiasa berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah Swt seperti lagu Haddad Alwi berikut ini.

Ayo kawan dekatkan diri pada ilahi
Agar terbuka pintu rahmatnya, pintu kasihnya
Janganlah bimbang, janganlah ragu
Allah membuka pintu Rahmat bagi hambanya
Marilah kita sambut rahmatnya terangi hati dengan cintanya
Marilah kawan kita amalkan isi Al-Qur’an
Dengan tinggalkan larangan Allah juga Nabi-Nya
Ayo kawan dekatkan diri pada ilahi
Agar terbuka pintu rahmat-Nya, pintu kasih-Nya

Majlis hakim yang terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan yaitu:
Pertama : kita hendaknya menyeimbangkan unsur jasad, akal dan rohani. Dengan edukasi integral dan konprehensif yang berlandaskan ketuhanan.
Kedua : senantiasa menanamkan nilai-nilai al-qur’an sebagai sumber pendidikan.
Ketiga : menjadikan ulumul qur’an sebagai rutinitas setiap pribadi muslim, bukan hanya sebatas antusias alias ramai jika ada MTQ musiman itu lo.
Majlis hakim yang terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Demikian sarahan ini kami sampaikan,

Makan buah dari kekasih
Buahnya manis tidak berduri
Cukup sekian dan terimakasih
Salam manis dari sang bidadari


أوصيــكم ونفسي بتقو الله، والســلام عليكم ورحمــة وبركــاته

1 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More