بسم
الله الر حمن الرحيم
AL-QUR’AN SUMBER
PENDIDIKAN
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ؛
Majelis
Hakim yang terhormat,
Para hadirin-hadirat Serta teman-teman
peserta lomba MSQ yang berbahagia..
Alhamdulilah, segala
puji hanya milik Allah Tuhan pemilik segala ilmu. Sholawat dan salam tak lupa
kita curahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, guru terbaik sepanjang zaman,
suri teladan seluruh umat.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah..
Pada
kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah kami menyampaikan sebuah untaian
syahril qur’an yang berjudul “Al-Qur’an sumber pendidikan”
Sebagai referensi surat Ibrahim ayat 1.
Artinya : Alif, laam raa. (Ini
adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari
gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu)
menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Majlis hakim yang bijaksana
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah…
Islam adalah agama yang
sempurna, mempunyai konsep mutlak dari Allah berupa Al-qur’an yang dapat mengeluarkan manusia dari gelap gulitanya kebodohan
menuju cahaya terang benderangnya ilmu
melalui pendidikan
dan pengajaran. Menurut Al-qur’an setiap
manusia yang lahir seperti kertas putih, bersih tanpa noda, membawa nilai
fitrah yang datang dari Allah dan cenderung kepada kebaikan, oleh karena itu
untuk memelihara fitrah manusia, Islam mempunya konsep keseimbangan dalam
menilai manusia, karena unsur yang ada pada diri manusia seperti jasad, akal,
dan rohani haruslah mendapatkan porsi perhatian yang seimbang, ketiga unsur
tersebut harus diberikan pendidikan yang integral dan konprehensif yang
berlandaskan ketuhanan. Adapun
pendidikan-pendidikan
tersebut antara lain:
Pertama : Pendidikan Untuk Jasad.
Sesuai dengan firman Allah dalam Surat
Al-baqarah ayat 168
Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Majlis hakim yang arif
dan bijaksana
Hadirin yang berbahagia
Sudah
menjadi sunatullah bahwa untuk hidup kita harus mensuplai jasad dengan makanan,
agama Islam membolehkan kita memakan apa saja, tapi ingat terkecuali makanan
yang haram, makanan yang kita konsumsi juga haruslah memenuhi standar syariat
Islam apa? Yaitu makanan yang halalan toyibah. Karena pemberian makanan
yang halal dan toyib itu, merupakan salah satu bentuk tarbiyah atau pendidikan
untuk jasad. Sebab ia akan memberikan dampak positif kepada jiwa kita, tapi
sebaliknya makanan yang haram dapat merusak hati kita yang mengakibatkan
rusaknya perbuatan kita.
Majlis hakim yang
terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Adapun pendidikan yang kedua adalah
: Pendidikan Untuk Akal
Sesuai dengan firman Allah surat
al-imran ayat 191
Artinya. “(yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Hadirin yang berbahagia
Akal kita pun perlu
mendapatkan suplai yaitu dengan Ilmu yang bermanfaat baik ilmu yang bersifat
empiric seperti ilmu alam atau ilmu humaniora maupun ilmu yang bersifat
absolute atau wahyu. Namun hendaknya system pendidikan yang ada haruslah
berlandaskan Islam bukan mengacu kepada pendidikan sekuler yang memisahkan ilmu
dunia dengan ilmu agama yang bersifat fatal. Padalah menurut Islam ilmu
tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Bukankah Albet
Enstain berkata “science without
religion is bland, and religion without science is lame” “ilmu tanpa agama
akan buta, dan agama tanpa ilmu akan lumpuh” dan yang lebih mengkhawatirkan
lagi kalau kita merenungkan ungkapan dari Murtada Mutahari bahwa ilmu pengetahuan yang ada pada orang
yang tidak beriman laksana sebilah pisau ditangan orang gila, dia menebaskannya
kemanapun ia suka, maka orang yang berilmu tetapi dia tidak beriman, ia bias
menipu, membunuh, merampok, memperkosa dan bahkan melakukan KKN. Tapi
sebaliknya IPTEK yang digengam oleh orang yang beriman, perkerjaan yang
ditangani orang yang beriman, jabatan yang dipikul oleh insan pengamal
Al-Qur’an pasti “membawa kemaslahatan bukan kemadaratan, membawa
kesejahtraan bukan kesengsaraan, membawa kemajuan bukan kehancuran, membawa
ketentraman bukan kekacauan”.
Implementasi dari semua ini akan menghasilkan
orang-orang yang pintar sekaligus orang yang takut kepada Allah SWT. Ingat jika iman landasannya insyallah aman, anak-anak kita boleh jadi jadi tentara,
asalkan tentara yang beriman, jadi
pejabat, pejabat beriman, jadi pedagang, pedagang beriman, apapun jabatannya
Iman tetap yang utama. Setuju!
Majlis hakim yang
terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Adapun pendidikan yang ketiga
adalah pendidikan untuk rohani
Sesuai dengan firman Allah surat
Thaahaa ayat
14
Artinya: “Sesungguhnya Aku ini
adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.
Hadirin yang
berbahagia
Rohani atau hati
juga sangat memerlukan pendidikan diberikan makanan seperti jasad dan akal,
tetapi dengan apa yaitu dengan dzikrullah melalui apa yaitu melalui aqimus sholah. Sebab menurut ayat
tadi men-dirikan shalat tujuannya adalah
untuk mengingat Allah. Karena
dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah dalam
keseharian kita. Hati yang tidak
pernah disuplai dengan dzikrullah dia akan sakit kemudian merana akhirnya tidak
bisa lagi diobati, lalu hatinya mati sebelum jasadnya mati. Akibat
dari hati manusia yang telah mati ia tidak akan bisa menerima hidayah dari
Allah SWT. Oleh sebab itu marilah kita
senantiasa berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah Swt seperti lagu Haddad
Alwi berikut ini.
Ayo kawan dekatkan diri pada ilahi
Agar terbuka pintu rahmatnya, pintu kasihnya
Janganlah bimbang, janganlah ragu
Allah membuka pintu Rahmat bagi hambanya
Marilah kita sambut rahmatnya terangi hati dengan
cintanya
Marilah kawan kita amalkan isi Al-Qur’an
Dengan tinggalkan larangan Allah juga Nabi-Nya
Ayo kawan dekatkan diri pada ilahi
Agar terbuka pintu rahmat-Nya, pintu kasih-Nya
Majlis hakim yang
terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan yaitu:
Pertama :
kita hendaknya menyeimbangkan unsur jasad, akal dan rohani. Dengan edukasi
integral dan konprehensif yang berlandaskan ketuhanan.
Kedua :
senantiasa menanamkan nilai-nilai al-qur’an sebagai sumber pendidikan.
Ketiga :
menjadikan ulumul qur’an sebagai rutinitas setiap pribadi muslim, bukan
hanya sebatas antusias alias ramai jika ada MTQ musiman itu lo.
Majlis hakim yang
terhormat.
Hadirin yang berbahagia
Demikian sarahan ini kami sampaikan,
Makan buah dari kekasih
Buahnya manis tidak berduri
Cukup sekian dan terimakasih
Salam manis dari sang bidadari
أوصيــكم
ونفسي بتقو الله، والســلام عليكم ورحمــة وبركــاته










1 komentar:
Mantap semoga manfaat
Posting Komentar